Nama: Ghina Zahra Afifah

NRP: H54100067

Laskar: 2

Pada tahun 2006 saya sekeluarga pindah ke Jepang dikarenakan ayah saya yang mendapatkan dinas kerja disana. Saya pun harus pindah sekolah, di Jepang saya bersekolah di sekolah kedutaan Indonesia yang mana mayoritas murid-muridnya adalah orang Indonesia. Disana pula lah saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti lomba antar sekolah Indonesia luar negeri yang di selanggarakan di Bangkok, Thailand.

Awalnya sekolah saya mengadakan lomba dalam rangka memperingati hari pendidikan dan selurus murid-muridnya wajib mengikutinya. Untuk tingkat SMP (saya waktu itu masih duduk di bangku SMP) diadakan lomba resensi buku. Saya tidak tahu bahwa ternyata lomba-lomba yang di adakan di sekolah itu merupakan awal dari tahap seleksi sekolah untuk mengirimkan wakil-wakilnya dalam lomba antar sekolah luar negri. Ketika pengumuman juara, pihak sekolah baru memberitahukan bahwa bagi 5 besar juara akan diberikan kesempatan pergi ke Bangkok dengan biaya gratis untuk mewakili sekolah dalam lomba yang diselanggarakan disana dengan melakukan seleksi lagi ke tahap berikutnya karena hanya akan dikirimkan 1 orang wakil dari tiap lombanya. Alhamdulillah saya juara ke 3 yang mana artinya saya bisa mengikuti seleksi untuk lomba di Bangkok.

Mendengar kata “pegi ke Bangkok” saya pun sangat antusias sekali untuk bisa lomba disana walaupun saya tahu saingan saya sangat berat, mereka punya kemampuan yang lebih tinggi dari saya. Jadi saya berusaha semaksimal mungkin untuk memperoleh hasil yang terbaik. Saya sempat pesimis tapi saya berpikir apa salahnya saya berusaha lebih, siapa tau saya bisa beruntung pergi ke Bangkok. Ternyata usaha saya ini tidak sia-sia, saya lolos menjadi 3 besar. Seleksi selanjutnya pun mulai ketat karena ini adalah seleksti terakhir, saya disuruh untuk meresensi 2 buku sekaligus mempresentasikannya di hadapan kepala sekolah dan guru-guru. Satu minggu waktu yang diberikan untuk meresensi buku itu, saya pun menggunakan waktu sebaik-baiknya karena ini adalah kesempatan yang mungkin tidak akan datang untuk kedua kalinya. Sungguh tidak disangka ternyata saya lolos dari seleksi, syukur Alhamdulillah doa saya dikabulkan oleh Allah. Memang awalnya niatan saya hanya ingin pergi ke Bangkok nya saja tapi ketika saya diberitahukan saya yang akan mewakilkan dalam lomba resensi buku, niat saya pun berubah. Pasti sekolah sudah mempercayai saya dengan terpilihnya saya yang mewakilkan lomba resensi buku, jadi saya tidak akan menyia-nyiakannya. Saya ingin memberikan yang terbaik untuk sekolah saya dan yang pasti saya ingin membuat bangga kedua orang tua saya.

Sebelum pergi ke Bangkok, saya dan teman teman saya yang mewakili lomba lain mengadakan gladi resik di sekolah. Saya harus mempresentasikan hasil resensi saya di depan kepala sekolah, orang tua murid, para guru, dan teman teman saya. Waktu gladi resik, saya sangat grogi sehingga saya sangat mengecewakan. Saya tidak bisa menjawab pertanyaan yang diberikan guru saya mengenai buku yang saya resensi dan saya pun terbata-bata ketika mempresentasikannya. Teman teman saya yang mewakili lomba lain menunjukan penampilan yang sangat bagus.

Saya langsung pesimis untuk bisa memberikan yang terbaik di lomba nanti, tapi orangtua dan guru saya memberikan semangat yang sangat luar biasa. Mereka percaya saya pasti bisa. Saya bener-bener tidak ingin mengecewakan mereka, saya pun berlatih tiap hari untuk presentasi di depan kaca.

Sampai di Bangkok, kami dipertemukan dengan peserta lain dari sekolah sekolah Indonesia luar negri. Disana kami tidak hanya lomba, kami semua diajak berkeliling Bangkok oleh pihak kedutaan Indonesia yang ada disana. Tidak hanya berkeliling kota Bangkok, peserta pun mengikuti seminar dan juga permainan permainan agar kami dapat mengenal peserta lain. Saya mendapat banyak temen baru disini dan kami saling berbagi pengalaman tentang negara yang kami tinggali.

Ketika lomba, saya sangat gugup sebelum naik ke atas panggung tangan saya sangat berkeringat dan saya minder melihat peserta yang sudah maju dan begitu bagusnya mereka mempresentasikan hasil resensi buku mereka. Giliran saya pun tiba, pertama rasanya seperti semua yang saya sudah persiapkan hilang semua di ingatan. Tapi akhirmya syukur Alhamdulillah saya membawakannya dengan sangat santai dan bisa berkomunikasi dengan penonton sehingga tidak terlalu kaku waktu mempresentasikannya. Saya juga berhasil menjawab pertanyaan yang diberikan juri. Mimpi rasanya mendapat tepuk tangan yang sangat meriah dan diperhatikan oleh banyak orang.

Usaha yang maksimal sudah saya lakukan dan saya tinggal berdoa mengharapkan hasil terbaik. Hasilnya pun saya mendapatkan juara, saya berhasil mengaglahkan 17 peserta lainnya walaupun saya waktu itu juara 3 tapi saya sangat bersyukur karena saya dapat memberikan yang terbaik untuk sekolah saya dan bisa membanggakan kedua orangtua saya. Yang terpenting, saya bisa menjadi juara bagi diri saya sendiri. Saya bisa membuktikan kediri saya sendiri bahwa saya bisa.

Dari lomba itu, saya banyak mendapat pengalaman. Sudah bisa pergi ke Bangkok dengan biaya gratis, diberi uang saku oleh pihak panitia, dan juga uang hadiah juara hehehe. Mendapatkan teman baru dari seluruh penjuru, mendapatkan pengetahuan baru. Yang paling penting adalah mendapatkan cerita baru untuk diri saya sendiri.